Selasa, 14 Februari 2017



Berbicara mengenai asuransi untuk perlindungan rumah, tentu saja sudah sebaiknya Anda miliki dari awal pembuatan rumah maupun setelah menyelesaikan pengkreditan rumah. Mengapa? Yup, hal ini bertujuan agar rumah yang Anda tempati dan tinggali nantinya terlindungi dari semua bencana yang menimpa rumah. Tidak hanya itu saja, dengan adanya asuransi untuk melindungi rumah ini seperti contohnya asuransikebakaran, jiwa, dan properti, maka Anda pun akan terbebas dan kerugian yang mungkin saja akan menimpa Anda setelah menempati rumah.
Namun, sebelum Anda berniat membuat Asuransi untuk melindungi rumah ini, maka ada baiknya Anda terlebih dahulu mengetahui beberapa tipe asuransi rumah yang diberikan oleh pihak asuransi. Berikut diantaranya:
1.       Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia atau PSAKI. Polis standar asuransi kebakaran Indonesia atau disingkat PSAKI merupakan sebuah asuransi standar yang dikeluarkan oleh pihak AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia). Biasanya, PSAKI akan memberikan berbagai perlindungan dan tanggungan kepada harta benda maupun bangunan yang hancur ketika terjadi bencana alam misalnya petir, kebakaran, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan sebagainya. Akan tetapi, menariknya tanggungan dan jaminan yang diberikan oleh asuransi yang satu ini bisa diperluas, dimana pihak asuransi akan memperluas jaminan apabila rumah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh kerusuhan, tindak kejahatan, huru hara, tanah longsor, banjir, air yang merembes, angin topan, badai, dan lainnya.
2.       Asuransi Property All Risk. Asuransi Property All Risk merupakan salah satu tipe asuransi untuk perlindungan rumah yang memiliki sifat unnamed perils. Maksudnya, resiko yang ditanggung oleh asuransi property All Risk yaitu semua kerugian yang menimpa bangunan sekaligus harta benda yang terdapat di dalam rumah. Untuk perlindungannya sendiri, asuransi property All Risk akan menanggung kerugian yang disebabkan oleh badai, angin topan, air, banjir, kerusuhan, huru hara, tindak kejahatan, adanya pemogokan, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan tanah longsor. Tapi, sayangnya tipe asuransi ini tidak akan menanggung kerugian yang diakibatkan terorisme, terdapat gangguan usaha, perang, pangsa pasar, dan lain-lain. Sementara itu, bangunan yang akan dilindungi perusahaan asuransi property All Risk ini, hanya berlaku kepada rumah tinggal, rumah sakit, sekolah, kantor, dan sebagainya.

Bagaimana? Tipe asuransi manakah yang akan Anda pilih untuk melindungi rumah Anda? –SH–

Senin, 13 Februari 2017



Tidak banyak yang tahu bahwa kebakaran di rumah seringnya hadir dari kesalahan penghuninya sendiri. Ya, kebakaran memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, dengan penyebab yang beragam mengingat banyaknya jenis sumber energi panas. Nah, ternyata selain karena hubungan arus pendek, kebakaran juga bisa terjadi karena hal-hal kecil di bawah ini. Yuk, cek apa saja penyebabnya dan jangan lupa untuk mendaftarkan properti Anda pada asuransi kebakaran!
·         Bocornya kompor gas. Seringnya, penyebab kebakaran nomor satu di lingkungan perumahan
adalah karena berawal dari kebocoran kompor gas. Hal ini timbul karena karet pada mulut tabung gas mulai longgar sehingga gas bisa keluar. Akibatnya, gas ini bisa memicu kebakaran dan membuat penghuni rumah yang menghirup gasnya merasa sesak karena mengandung racun. Oleh sebab itu, cek karet ini secara berkala dan pastikan bahwa selangnya tidak bocor atau bahkan longgar. Jika Anda menemukan lubang sedikit saja, langsung ganti dengan yang baru sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
·         Kelalaian manusia. Tidak bisa disangkal, kelalaian manusia menjadi penyebab utama mengapa bisa terjadi kebakaran di rumah. Ada banyak sekali hal-hal yang biasa Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menimbulkan risiko kebakaran. Ini dia beberapa di antaranya:
o    Menempatkan obat nyamuk bakar atau lilin di dekat benda yang mudah terbakar. Masih suka memasang obat nyamuk atau lilin di rumah? Nah, maka Anda harus berhati-hati. Pasalnya, dari api kecil, Anda bisa menimbulkan api yang lebih besar lagi. Pasalnya, api tersebut bisa terpercik dan merambat ke seluruh penjuru rumah dalam sekejap. Hindari untuk meletakkan kedua benda tersebut di dekat sesuatu yang mudah terbakar.
o    Memasak tanpa memperhatikan sekitar. Saat memasak, pikiran Anda mudah sekali terdistraksi sehingga terkadang Anda sering meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Hal yang sering terjadi adalah ketika menggoreng. Anda melupakan hal tersebut dan akhirnya, api naik ke minyak panas dan membakar dapur Anda.
·         Meletakkan pemantik api sembarangan. Jika Anda memiliki anak kecil di rumah, usahakan untuk menyimpan pemantik api atau alat-alat lain yang dapat menimbulkan api jauh dari jangkauan anak. Patut diingat, anak Anda masih dalam proses perkembangan sehingga punya rasa ingin tahu yang sangat besar. Oleh sebab itu, ketika anak Anda melihat pemantik api sembarangan dan mulai memainkannya, bukan tidak mungkin jika api akan menjalar dan menimbulkan kebakaran besar.
Itu dia beberapa penyebab kebakaran di rumah. Semoga membantu, ya!

Rabu, 08 Februari 2017



Saat mengendarai mobil di jalanan umum, Anda pernah mengalami yang namanya kepanasan padahal sudah menyalakan AC? Jika, ya! Maka, hal itu pertanda jika terjadi kerusakan pada beberapa komponen yang terdapat pada AC mobil. Terkadang, rusaknya komponen AC ini, diakibatkan oleh tidak pernahnya Anda merawat maupun melihat perkembangan yang dialami mobil. Sehingga, membuat Anda pun harus mengganti dan menukar baru semua komponen AC yang sudah rusak di dalam mobil. Meskipun kadangkala setiap kerusakan yang terjadi pada mobil akan ditanggung oleh pihak asuransi mobil All Risk, tapi jangan terjebak dengan kata all risk ini, sebab untuk
kerusakan komponen AC mobil ini belum bisa dipastikan apakah ditanggung atau tidak.
Nah, supaya AC mobil Anda tidak mengalami kerusakan, maka Anda bisa mengikuti beberapa tips andalan merawat AC yang terdapat pada mobil. Berikut beberapa diantaranya:

1.       Memeriksa Ekstra Fan. Ekstra Fan berfungsi untuk mendinginkan Kondensor. Kondensor yang dingin tentu akan mengeluarkan udara yang dingin pula. Untuk itu, pastikan Anda selalu memeriksa Ekstra Fan ini secara rutin maupun berkala. Adanya pemeriksaan rutin dan berkala ini, tentu saja akan menghasilkan kinerja yang sangat bagus pada setiap komponen yang terdapat pada AC mobil. Selain itu, dilakukannya pemeriksaan Ekstra Fan ini, akan menjaga keawetan semua komponen AC. 

2.       Membersihkan komponen Kondensor. Kondensor sendiri bermanfaat untuk menyaring udara yang masuk dari Freon. Saat Kondensor ini kotor, biasanya akan mengakibatkan semua komponen di dalam AC tidak akan bekerja dengan baik. Maka dari itu, Anda jangan lupa untuk selalu membersihkan komponen Kondensor ini pada saat mencuci mobil sendiri maupun di bengkel.

3.       Memarkirkan mobil di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Ketika Anda sedang bepergian dan memarkirkan mobil di tempat umum, sebaiknya pilihlah tempat yang tidak terkena terik sinar matahari. Mengapa? Yup, mobil yang terparkir di bawah sinar matahari akan mengakibatkan ruangan di dalam mobil bersuhu sangat panas, sehingga ketika AC mobil dihidupkan untuk mendinginkan ruangan, maka AC mobil pun akan bekerja secara ekstra. Apabila hal ini terus dilakukan, lama-kelamaan AC yang ada pada mobil menjadi rusak dan aus.

4.       Jangan merokok di dalam mobil. Sebisa mungkin, Anda jangan pernah merokok di dalam mobil meski AC mobil dalam keadaan mati sekalipun. Kenapa? Ya, biasanya asap yang dihasilkan oleh rokok, akan masuk ke dalam celah-celah di dalam AC mobil. Apabila asap sudah masuk, maka akan mengendap di dalam evaporator. Jika sudah begini, maka akan membuat performa yang dikeluarkan oleh evaporator AC pun tidak maksimal, yang akan menimbulkan udara di dalam mobil sangat panas.
Mudah sekali bukan, merawat AC mobil agar selalu menghasilkan udara dingin ketika digunakan? –SH–